Scientax, Jurnal Kajian Ilmiah Perpajakan Indonesia, merupakan jurnal ilmiah perpajakan yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pajak yang memuat hasil penelitian ilmiah berupa kajian, baik secara teori maupun empiris, atas isu dan problematika seputar perpajakan. Setiap artikel yang diterbitkan di Scientax merupakan artikel hasil kajian dan riset yang bersumber dari studi literatur, review literatur, penelitian lapangan, best practice dan/atau kombinasi dari setiap kegiatan ilmiah tersebut. Artikel yang diterbitkan dalam Jurnal Scientax telah melalui proses review, evaluasi dan penyuntingan oleh Dewan Redaksi, Mitra Bestari dan Anggota Staf Editorial. Jurnal Scientax diterbitkan 2 (dua) kali dalam setahun, yaitu Oktober dan April, dan terbuka untuk umum, praktisi, peneliti, pegawai, dan pemerhati masalah perpajakan.

Current Issue

Vol 2 No 1 (2020): Oktober: Pada Pajak Kita Berpijak

Memasuki Triwulan IV di tahun 2020 ini, ekonomi Indonesia masih terkoreksi cukup dalam sebagai akibat kondisi pandemi yang melanda dunia sejak akhir tahun 2019, atau sejak Maret 2020 untuk Indonesia. Konsentrasi negara pada antisipasi penularan Covid-19, yang memaksa setiap warga negara untuk membatasi pergerakan, membatasi pertemuan, berakibat cukup serius pada penurunan kegiatan ekonomi dan kondisi ekonomi secara global.

Penerbitan Jurnal Elektronik Scientax Volume 2 No. 1 (Oktober 2020) ini, turut menghadapi pasang surutnya kondisi sosial yang cukup sulit seperti pembatasan Sosial Berskala Besar yang berakibat berubahnya setiap pola sosial yang pernah ada. Tak luput juga dengan kondisi penerimaan pajak yang menjadi terpuruk. Namun demikian, tentu kita perlu berpikir positif dan menjaga semangat untuk bertahan dan terus maju dalam kondisi yang sulit sekalipun. Melalui kajian "The Imposition of Tax on Inheritance in Indonesia, A Complementary Tool to Tackle Inequality", Indonesia didorong untuk memilih posisi dalam pemajakan warisan. Bukan tidak mungkin, pemajakan atas warisan ini dapat menjadi salah satu alternatif jalan keluar penopang APBN nantinya, sebagai modal untuk dapat bertahan di tengah pandemi seperti saat ini.

Selain itu, menakar kembali bagaimana pasar ilegal dapat kita jangkau pemajakannya, sebagaimana pada tulisan "Shadow Economy, Aeoi, dan Kepatuhan Pajak", akan membuka kesempatan perluasan basis pemajakan yang mendorong meningkatnya tax ratio. Pada tingkat yang lebih luas, pertukaran informasi juga dibutuhkan untuk menjangkau pasar lebih luas lagi. Bahkan dengan pertukaran informasi, memungkinkan Indonesia menghambat penggelapan pajak, seperti yang tertuang pada "The Implementation of Automatic Exchange of Information as A Tool to Tackle Offshore Tax Evasion: An Experience from Indonesia.

Namun bagaimanapun juga, pengelolaan yang baik adalah kunci. Pada "Good Corporate Governance dan Tax Avoidance pada Perusahaan Multinasional dalam Moderasi Peningkatan Tax Audit Coverage Ratio" dan "Pengaruh Tingkat Pajak Efektif Perusahaan Terhadap Pemberhentian Direktur Utama", kita dapat memetik ilmu pengelolaan internal maupun pengelolaan pihak eksternal yang dapat berpengaruh sangat besar terhadap keberlangsungan suatu usaha. Oleh karena itu, diperlukan investasi ilmu yang matang dalam jangka panjang, dengan "Optimalisasi Edukasi Perpajakan Bagi Generasi Milenial Melalui Video", sehingga tujuan kepatuhan tercapai, sebagaimana dipaparkan pada Increasing Tax Compliance Through Trust and Power”: Empirical Study of Slippery Slope Framework In Asean.

Akhir kata, semoga Jurnal Elektronik ini membawa manfaat bagi bangsa di tengah lara tahun ini, dapat menarik kita keluar dari keterpurukan ekonomi tahun ini, dan PADA PAJAK KITA BERPIJAK.

Published: 2020-10-23
View All Issues